Rabu, 09 Oktober 2013

Critical Review : TERTIBKAN PEMBANGUNAN MAL DI JAKARTA

Berita :
Tertibkan Pembangunan Mal di DKI

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk menyelamatkan Jakarta dari bencana, seperti banjir dan kekeringan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah kota harus tegas menertibkan pembangunan pusat perbelanjaan yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungannya.
”Perizinan pembangunan pusat perbelanjaan atau superblok yang menggabungkan hunian dan usaha komersial harus ditinjau ulang. Data yang saya terima, di Jakarta Selatan ada pembangunan 30 kompleks gedung baru. Itu tidak sesuai dengan proyeksi awal pembangunan Jakarta yang menempatkan Jakarta Selatan sebagai kawasan hijau,” kata pengamat perkotaan Nirwono Yoga, Kamis (19/8/2010).
Nirwono mengatakan, berdasarkan citra satelit ICOMOS, lebih dari 80 persen kawasan Jaksel menjadi areal terbangun. Kawasan Kebayoran Baru, yang dinobatkan sebagai kota taman, kini hanya menyisakan 20 persen wilayahnya sebagai ruang terbuka hijau.
Ketika 30 kompleks gedung dibangun, antara lain di kawasan TB Simatupang, Lebak Bulus, Blok M, Dukuh Atas, Manggarai, Kemang, dan Kebayoran Baru, kondisi lingkungan Jakarta diyakini bakal semakin parah.
Jika berkeliling Jaksel, sebagian besar wilayah kota itu tak lagi hijau penuh pepohonan. Selama dua tahun terakhir, di sepanjang Jalan TB Simatupang bangunan tinggi bermunculan.
Berdasarkan data banjir Jakarta tahun 2007, kawasan Kemang pernah tergenang hingga kedalaman air 5 meter. Namun, selama tiga tahun ini, justru tidak dibangun kawasan resapan air baru atau membenahi Kali Krukut yang mengalami pendangkalan dan penyempitan parah.
Di Kemang justru marak pembangunan gedung tinggi dan superblok. Di Gandaria yang berbatasan dengan Arteri Pondok Indah muncul superblok serupa.
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Hertanto Soebijoto
Berdasarkan artikel diatas saya memberikan kritikin sebagai berikut


Seperti yang kita ketahui, di Jakarta minimnya lahan penyerapan air dan kurangnya taman  sebagai paru-paru kota. Hal ini merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah daerah. Seharusnya pembangunan gedung-gedung dan pusat perbelanjaan tidak terlalu banyak karena akan berpengaruh terhadap lahan penyerapan air yang semestinya lebih diperhatikan. Pembangunan mal di Jakarta pun lebih baik tidak ditingkatkan, karena di berbagai sudut kota Jakarta, sudah banyak terlihat mal. Mal-mal yang ada di Jakarta hanya perlu diperbaharui atau ditingkatkan kualitasnya. Dan masalah ini merupakan salah satu faktor penyebab Jakarta rawan banjir. Selain itu juga polusi udara juga menjadi salah satu masalah yang harus diperhatikan.
Dalam artikel diatas, menyebutkan bahwa Jakarta Selatan dinobatkan sebagai kota taman, namun faktanya tidak demikian. Sekarang Jakarta Selatan dipenuhi dengan bangunan perumahan dan pusat perbelanjaan, kini hanya menyisakan 20 persen wilayahnya sebagai ruang terbuka hijau. Karena hal ini pada tahun 2007 salah satu daerah di Jakarta Selatan, yaitu Kemang pernah mengalami banjir dengan kedalaman air 5 meter. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah daerah kurang memperhatikan keadaan di Jakarta ini.
Sebenernya pemerintah bisa lebih memperhatikan hal ini dan mengatasinya. Lahan kosong yang ada, lebih baik dibuat taman kota di berbagai sudut kota Jakarta yang lebih banyak manfaatnya. Manfaat taman kota adalah bisa mengurangin polusi udara, menjadi penyerapan air hujan meminimalisir terjadinya banjir, dan kota Jakarta menjadi lebih hijau. Tidak hanya itu kota Jakarta juga menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat disekitarnya.

Rabu, 03 Juli 2013

REVISI PRODUCTION !!!

Ini kelompok tugas mata kuliah Teknik Komunikasi, ini kelompok 8.
kita udah buat filem, judulnya A Port to Remember.

THIS IS IT..... Revisi Production!!!
nb: dari kiri-kanan (akmal-rifki-feni-revi-icha-erni-fery-satrio)
icha paling kecil :(

Out Of Expectations

Mau share aja sih sebenernya.... Knp icha masuk planologi ?
Dulu...pengennya jadi dokter tapiii mungkin Allah berkehendak lain. Icha tertarik banget dengan keadaan kota-kota di Indonesia yg masih semrawut ga jelas beda banget sama kota-kota diluar negeri. Dan juga masalah global warming. Mimpinya si, kalo udh sukses nanti (InsyaAllah) pengen bangun taman2 yang cantik setiap daerah. Awalnya kepikiran untuk masuk Arsitektur lansekap di IPB tp karna kuota um nya sedikit jadi udh pesimis duluan, alihnya ke Teknik Planologi Undip :). Alhamdulillah masuk deh.
Mikirnya si dulu, kalo masuk planologi ngerancang kota, membuat kebijakan-kebijakan. Tapi kita yg kasih idenya bukan yg melakukan sih....maksudnya yg ngelakuin itu anak arsi, dan anak arsi yg membuat sesuai tuntutan dari anak planologi. hehehe, tapi setelah masuk, yaaaaa memang beda. Mungkin itu pikiran singkat.
Ternyata, planologi pelajarin banyak hal, termasuk ekonomi. icha anti ekonomi banget, jadi kurang greget blajar ekonominya. Banyak hal yang terjadi di plano.

Kuliah...
Icha baru sadar, kuliah itu lebih keras dari kehidupan sehari-hari. Bukan tugasnya...melainkan pribadi orangorang yg kita hadapi. Itu sangat sulit. Pernah denger "Mahasiswa itu nyelametin dirinya sendiri" icha rasa icha pernah mengalami itu. Padahal plano itu kuliahnya sering kelompok, dan sebagai planner nanti kita jg ga bisa bekerja sendirian. Entah.....sampai sekarang kurang mendapatkan feel di plano ini. Tapi InsyaAllah dengan dukungan orang tua, teman2, kluarga, icha bisa ngejalaninnya dengan lancar.